Minggu ini kegiatan saya cukup santai. Bangun pagi, jogging, sarapan enak, menonton acara televisi yang menghibur, kemudian tidur kembali untuk beberapa saat. Ketika bangun dan akan segera melanjutkan beberapa pekerjaan yang tertunda. Saya membuka netbook dan menemukan debu yang cukup mengganggu di layar. Padahal, netbook baru saja saya tinggal semalam, tapi debu sudah banyak menempel.
Di siang harinya, saya juga melihat sepeda motor kesayangan juga mulai kotor. Layak untuk meluangkan waktu membersihkan agar tampak kinclong lagi. Pada saat mencuci motor di tempat pencucian, Saya melamun dan memikirkan hal kesana-kemari. Lalu saya mengambil kesimpulan dari 2 kejadian yang sudah saya alami. Seperti nebook dan sepeda motor yang mulai kotor.
Anda tau, membeli segala sesuatu itu susah-susah mudah atau mudah-mudah susah. Tergantung daya beli kita. Setelah mencapai tujuan membeli barang, tentu kepuasan datang? Tapi setelah itu? Merawatnya? Ok, kita berbicara bagaimana merawat apa yang sudah kita punya.
Mengenai beberapa barang atau apapun yang kita punya dalam hidup kita. Ketika semua sudah tersedia, adalah pilihan kita untuk menjaga, merawat agar apa yang kita punya bisa tahan lama? Right? *halah*
Seperti yang saya tulis diatas, mendapatkan sesuatu itu mudah-mudah susah atau sebaliknya. Tapi, yang paling susah adalah merawatnya. Fase ini bagi saya adalah yang paling susah. Why? Karna mempertahankan segala sesuatu itu perlu kreatifitas dan kemauan yang lebih besar dari pada mendapatkan sesuatu.
Saya ingat, ketika Saya menikmati suasana idul fitri di desa. Kebetulan sekali seluruh keluarga bisa berkumpul bersama. Suasana ini mungkin bisa Saya temui cukup lama karna kesibukan masing-masing. Mempertahankan untuk menjaga suasana seperti ini pun kalau tidak menyisihkan ego dan kesibukan masing-masing juga tidak akan bisa saya temui.
Ketika berkumpul di desa, ada kegiatan rutin yang tetap keluarga saya pertahankan, khususnya nenek. Nenek selalu ingin mampir untuk nyekar. Atau mendoakan keluarga yang sudah meninggal. Kegiatan ini juga termasuk mempertahankan untuk bagaimana mengingat masa-masa ketika bertemu orang-orang yang sudah mendahului kita. Setidaknya ketika nyekar, Saya dan keluarga sedikit bercerita tentang masa-masa terdahulu. Tapi bagi ayah saya mendoakan seseorang juga tidak perlu harus nyekar. Bagi saya dan keluarga nyekar itu hanya untuk mengingat jaman dulu saja. Mendoakan bisa dimana saja.
Saya akan bercerita sedikit pada saat perjalanan nyekar, Kakak dari nenek saya mengingatkan untuk membeli bunga. Kira-kira pembicaraannya begini..
“Ojo lali neng ndeso ngarep alon-alon, ono wong dodol kembang. Tuku neng kono wae..”
“Tuku nyang ngarep makam wae, pak Cip.”
“Ojo no.. neng ndeso ngarep murah. Mung loro setengah. Nyang ngarep makam iso sampe sepuloh ewu sebungkus.”
“Ora popo, jarang-jarang.”
“Ora-ora usah, tuku nyang deso ngarep wae.”
Setelah pembicaraan itu selesai, Bapak nyolek saya dan bilang “Inget-inget ya pembicaraan tadi.” Saya mengangguk untuk tanda mengiyakan.
Setelah nyekar dan mampir-mampir ke tempat saudara, sore harinya bapak mengajak saya untuk kongkow *Tsahhhh bahasanya*. Ia membuka pembicaraan dulu.
“Menurutmu pembicaraan tadi siang yang benar yang mana?”
“Beli yang murah yang benerkan?”
“Bagi orang desa, membeli yang murah itu benar, bagi orangkotayang ke desa, membeli yang agak mahal karna jarang-jarang itu juga benar kok. Sebenarnya kebenaran yang absolut itu hanya milik allah. Mengenai cara menikapi benar salah itu ya secukupnya. Jangan terlalu ngotot kalau sesuatu yang diyakini itu paling benar.”
“Ohh, iya ya, jaman sekarang banyak orang ngotot masalah apa saja ya, agama khususnya… kadang ada yang ngotot bahwa agama yang mereka yakini paling benar. Sampai-sampai kekerasan bisa dibilang jihat.”
OK, saya rasa cukup mengenai agama. Karna blog ini bukan blog syariah. Tapi bagi saya kebebasan memeluk agama itu adalah hak semua orang. Mempertahankan agamanya pun juga hak semua orang. Tapi bagi saya, menyikapi keberagaman agama itu juga perlu kita tanam dalam diri kita. Ini juga bentuk dalam mempertahankan segala sesuatu yang kita yakini benar.
Sekali lagi mengenai cara mempertahankan, ketika ada sesuatu yang kita rasa kurang sependapat dengan apa yang kita yakini, kita juga tidak ada hak untuk menyuruh mereka percaya apa yang kita yakini juga. Mempertahankan itu jelas lebih susah ketika kita meyakini hal yang baru kita ketahui.
Anda tau, maskapai penerbangan di Indonesia pun juga sering susah dalam mempertahankan keamanan dalam berkendara. Beberapa waktu lalu kita semua mendengar kecelakaan pesawat. Kecelakaan pesawat di Indonesia sudah tidak sedikit lagi. Mengenai safety atau keamanan. Mempertahankan kebiasaan ini pun juga di Indonesia juga tidak mudah. Tunggu, Saya tidak menyalahkan kecelakaan pesawat. Yang Saya ingin sampaikan adalah ketekukan untuk melakukan segala hal secara teliti. Kecelakaan itu musibah. Tapi jika kita teliti dalam mempersiapkan segala sesuatu kita juga bisa mengurasi presentasi angka kecelakaan kan?
Jadi saran saya pertahankan pikiran positif yang anda punya. Hari-hari yang kita hadapi tidak mudah. Olahraga tiap pagi membantu tulang kaki anda kuat. Otak anda pun akan segar ketika menghadapai segala sesuai yang njelimet. Saya sudah mulai joging pagi ini, dan ingin mempertahankan pikiran positif. Seperti mengupdate blog ini. Anda sudah?
Ilustrasi gambar dari sini
Incoming search terms:
- tips mempertahankan sesuatu yang di yakini








