Teknologi membuat kita lalai

Teknologi membuat kita lalai

Pada kenyataanya perkembangan teknologi yang terus berkembang membuat banyak perubahan bagi hidup. Salah satunya dengan meningkatnya perkembangan gadget yang kian lama makin cepat. Teknolgi di tiap gadget pun berkembang dengan seiringnya perkembangan jaman.

Ceritanya, beberapa hari yang lalu saya sedang mengikuti breafing masalah pekerjaan oleh senior saya di kantor. Beliau adalah seorang programmer. Memiliki analogi-analogi yang tepat untuk masalah teknis dan mempermudah dalam segala hal. Tapi, beliau juga orang yang mengerti akan pentingnya menikmati makna dalam kehidupan. Itu yang saya tangkap ketika beliau mulai bertutur. Salah satu kalimatnya yang saya ingat adalah “Teknologi membuat orang tidak care”.

Sekali lagi mengapa Teknologi membuat orang tidak care dan kemudian kita menjadi orang yang lalai?

Itu yang saya coba telaah untuk memahami kalimat tersebut. Sebelumnya pada postingan FreshSby yang bertema Kreatifitas modal berkarya di dunia digital saya menulis sedikit tentang lazypreneur. Lazy preaneur adalah penggabungan kata dari lazy+entrepreneur. entreprenur yang memulai bisnis dengan melihat peluang usaha dari kemalasan orang lain. Kemalasan sendiri dipicu oleh semakin berkembang cepatnya teknologi digital.

Ini yang di maksut senior saya dengan manusia akan menjadi orang yang lalai ketika sudah terlalu lama memasuki zona aman pada kehidupannya. Mengapa seperti itu?

Pada hakekatnya computer ada untuk mempermudah segala pekerjaan manusia. Dan pada hakekatnya lagi nih, seorang programmer mereka juga ada untuk menciptakan segala tools yang mempermudah “lagi” dalam pengerjaan yang berhubungan dengan computer.

Yang membuat kita terbuai adalah zona aman dalam kehidupan. Ketika semua sudah tersedia kita akan menjadi seorang yang malah akan melakukan berbagai hal. Karena adanya ketergantungan.

Saya akan ambil contoh ketika lampu mati. Apa yang bisa lakukan ketika keterbiasaan beronline, browsing, chatting atau kegiatan berinternet lain baik menggunakan computer atau mobile phone. Atau  bahkan yang terbiasa menonton televisi. Anda mungkin akan merasa terganggu.

Untuk beberapa orang yang tidak gila tentang teknologi atau kebiasan-kebiasaan menggunakan barang-barang elektornik mungkin mereka tidak risau ketika mati lampu. Contohnya kakek nenek saya. Ketika ada pemadaman listrik mereka masih bisa melakukan banyak hal. Sedangkan saya malah memilih untuk kewarnet atau hijrah kerumah teman yang tidak kena pemadaman listrik.

Saran saya ketika anda sudah mulai menggandrungi kebiasaan-kebiasaan yang membuat anda terlena di zona aman. Sesegeralah mencari sebuah alternatif untuk mendapatkan knowledge baru untuk kehidupan anda.

NB: Postingan ini di tulis untuk belajar menulis cepat dan tanpa memikirkan kesalahan dalam menulis, jadi ketika anda menemukan tulisan typo atau ndak nyambung saya mohon maaf. Tulisan ini di tulis pada pukul 10.00 dan selesai pukul 10.17.