Sebuah proses

sebuah prosesPada kenyataannya anak muda jaman sekarang selalu lebih suka segala sesuatu dengan instan tapi berharap imbalan yang luar biasa atas hasil kerjanya. Itu yang saya kutip dari blog mas donny yang saya baca pagi ini. Menurut saya pribadi memang benar. Kebanyakan mereka memang tidak ingin repot ketika melakukan segala sesuatu hal, masih ingat postingan saya mengenai Teknologi membuat kita menjadi orang lalai. Itu salah satu kemudahan yang di dapat anak muda jaman sekarang.

Menurut pemahaman saya mengenai proses pembelajaran adalah seperti membandingkan ketika kita memasak nasi goreng dan mie instant.

Coba kita bayangkan ketika kita membuat mie instant. Kita hanya perlu memasak air hingga mendidih lalu kita tinggal memasukkan mie. Setelah itu kita tiriskan dan mencampur bumbu tersebut jadi satu. Sangat mudah dan cukup mengenyangkan. Bedanya ketika membuat nasi goreng yang bukan dengan bumbu instant adalah kita harus membuat bumbunya sendiri, memotong cabe, ngulek sambel, memasak nasi dan mencampurkan segala bumbu yang kita buat.

Bedanya dari apa yang kita buat tadi adalah ketika mie instant yang kita buat kita tinggal 15 menit saja. Apa yang terjadi? Pasti akan berkuah dan mengembung, rasanya juga sudah kurang sedap lagi. Tapi bedakan dengan ketika kita meninggalkan nasi goreng 15-30 menit. Rasanya tidak akan berbubah, mungkin hanya menjadi dingin saja.

Pentingnya sebuah proses kadang di acuhkan begitu saja oleh setiap orang. Bahkan mereka-mereka yang katanya mau memimpin Negara tak jarang mengambil jalan instant bermain uang untuk apa yang mereka inginkan. Saya mengutip sebuah proses cara berjalan, anda akan mengetahui bawasannya berjalan saja membutuhkan proses yang susah. Saya mengutipnya dari buku My Voice Will Go with You: The Teaching Tales of Milton Erickson (1982) yang disusun dan disunting oleh Sidney Rosen.

Kita mempelajari banyak hal di tingkat sadar, lalu melupakan apa yang kita pelajari dan menggunakan keterampilan kita dalam mengerjakan berbagai hal. Kautahu, aku memiliki keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan orang lain. Aku terserang polio dan lumpuh total. Peradangannya begitu rupa sehingga inderaku lumpuh juga. Tetapi aku bisa menggerakkan mata dan pendengaranku tidak terganggu. Setiap hari aku terbaring sendirian di ranjang, tidak bisa menggerakkan apa pun kecuali bola mataku. Aku terkungkung di rumah pedesaan dengan tujuh saudara perempuan, seorang saudara laki-laki, dua orangtuaku, dan seorang suster perawat.

Bagaimana aku bisa menyenangkan diriku sendiri dengan keadaan ni? Aku mulai mengamati orang-orang dan lingkunganku. Aku segera menyadari bahwa saudara-saudara perempuanku bisa mengatakan “tidak” ketika mereka bermaksud bilang “ya”. Dan, sebaliknya, mereka bisa bilang “ya” ketika ingin bilang “tidak”. Mereka bisa menyodorkan kepada saudara perempuan yang lain sebutir apel dan menariknya kembali. Dan aku mulai belajar bahasa nonverbal dan bahasa tubuh.

Aku mempunyai adik bayi perempuan yang waktu itu mulai belajar merangkak. Aku pun akan belajar berdiri dan berjalan. Dan bisa kaubayangkan betapa besar minatku untuk mengamati adik bayiku saat ia belajar merangkak dan kemudian belajar berdiri. Dan kita tidak pernah tahu bagaimana kita sudah mempelajari cara berdiri. Kita bahkan tidak pernah tahu bagaimana kita bisa berjalan. Kau bisa berpikir bahwa kau mampu berjalan lurus sejauh enam ubin—tanpa hambatan tertentu.

Kau tidak tahu bahwa waktu itu kau tidak bisa berjalan sejauh enam ubin dengan langkah mantap! Kau tidak tahu apa yang kaulakukan ketika kau berjalan. Kau tidak tahu bagaimana kau belajar berdiri. Kau belajar dengan menjulurkan tanganmu ke atas dan menarik tubuhmu ke atas. Itu meletakkan tekanan pada kedua tanganmu—dan, tanpa sengaja, kau mendapati bahwa kau bisa meletakkan beban tubuhmu di kaki-mu. Itu betul-betul hal yang sangat rumit karena lututmu akan goyah—dan ketika lututmu kuat, pahamu yang akan goyah. Kemudian kau mendapati kakimu menyilang. Dan kau tidak bisa berdiri karena kedua lutut dan pahamu akan goyah. Kedua kakimu menyilang—dan kau segera belajar untuk mencari pegangan—dan kau menarik tubuhmu ke atas. Pada saat itu kau memiliki tugas untuk mempelajari bagaimana cara mempertahankan lututmu tetap kokoh—satu demi satu—dan segera setelah mempelajari itu, kau harus mempelajari bagaimana memberi perhatian agar paha tetap lurus. Kemudian kau menyadari bahwa pada saat yang bersamaan kau harus belajar memberi perhatian demi menjaga pahamu tetap lurus dan lutut kokoh dan kaki merenggang. Sekarang, kau akhirnya bisa berdiri dengan kaki merenggang, dengan tangan tetap bertumpu.

Lalu datang pelajaran tiga tahap. Kau menyalurkan berat tubuhmu pada satu tangan dan kedua kakimu, tangan ini tidak cukup kuat untuk menopang tubuhmu [Erickson mengangkat tangan kirinya]. Benar-benar pekerjaan berat—membuatmu belajar berdiri tegak, pahamu lurus tegak, lututmu tegak, kaki merenggang, tangan yang ini [tangan kanan] menekan ke bawah kuat-kuat. Kemudian kau menemukan bagaimana mengatur keseimbangan tubuh. Kau mengatur keseimbangan tubuhmu dengan memutar kepala, memutar tubuhmu. Kau harus belajar untuk mengkoordinasikan semua pengaturan keseimbangan tubuh ketika kau menggerakkan tanganmu, kepalamu, bahumu, tubuhmu—dan kemudian kau harus mempelajari lagi itu semua dengan tangan yang lain. Kemudian datanglah pekerjaan yang sangat berat untuk mengangkat kedua tanganmu dan menggerakkan kedua tanganmu ke segala arah dan untuk bertumpu pada kedua kakimu yang tegak, dan merenggang. Dan menjaga pahamu

tetap lurus—lututmu lurus dan teruslah membagi perhatian sehingga kau bisa memperhatikan lututmu, pahamu, tangan kirimu, tangan kananmu, kepalamu, tubuhmu. Dan akhirnya, ketika kau memiliki cukup keterampilan, kau mencoba menjaga keseimbangan tubuh di atas satu kaki.Itu pekerjaan yang luar biasa sulit.

Bagaimana kau menjaga seluruh tubuhmu sambil mempertahankan pahamu tetap lurus, lututmu lurus dan merasakan gerakan tangan, gerakan kepala, gerakan tubuh? Dan kemudian kau melangkahkan satu kakimu ke depan dan mengubah pusat keseimbangan tubuhmu. Lututmu menekuk—dan kau jatuh. Kau bangkit lagi dan mencobanya lagi. Akhirnya kau belajar bagaimana menggerakkan satu kaki ke depan dan mengayunkan satu langkah dan tampaknya berhasil. Maka kau mengulanginya lagi—tampaknya berhasil. Kemudian langkah ketiga—dengan kaki yang sama dan kau terjengkang! Kau memerlukan waktu beberapa lama untuk melangkah berganti-ganti kanan kiri, kanan kiri, kanan kiri. Sekarang kau bisa melambaikan tanganmu, memutar kepalamu, melihat kiri dan kanan, dan berjalan melenggang, tanpa memberi perhatian sedikit pun untuk membuat lututmu lurus, pahamu lurus.

Bagaimana menurut anda? berjalan juga merupakan cara yang susah ketika kita belum bisa menguasainya. Saran saya mulailah mementingkan segala hal mengenai sebuah proses kehidupan. Jika saya ditanya bagaimana  Indonesia lepas dari kebiasaan korupsi, maka jawaban saya. Carilah orang-orang yang benar-benar memahami pentingnya sebuah proses. Mulai dari proses mencari rezki yang benar dan proses menghargai bangsa Indonesia seutuhnya.

Sudahkah anda melakukan sebuah proses kehidupan hari ini? sebuah proses mencari pasangan hidup mungkin? Selamat hari jumat..

Incoming search terms:
  • BAGAIMANA HIDUP SIMPLE

37 Comments

IndahJuli
Hidup adalah proses pembelajaran, belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi. Saya juga masih banyak belajar menjadi orangtua yang baik buat anak-anaknya. Nggak mesti sempurna sih, tapi membanggakan :D
bukik
Proses terus kapan jadiannya? *eh Padahal sering kali yang paling nikmat itu diprosesnya "Ketika kulirik dan dia menunduk tersipu malu" *uhuk Jadi, ayo berproses terus Etapi bukan berarti nyepik terus kan *melipir
arqu3fiq
Hidup adalah suatu proses yang sangat komplex dan rumit, karena tiap-tiap orang mempunyai masalah. Jadi menurut pendapat saya hidup itu tidak se simpel yang anda bayangkan. arqu3fiq recently posted..Budaya Menukarkan Uang Baru
    Untara
    hah! Setuju ... Life is Complicated and I am Complicated
Ely Meyer
sbh proses mencari pasangan hidup ? sudah donk , kamu sendiri gimana ? ;) Ely Meyer recently posted..Mengenang Masa Pacaran
godeny
kebanyakan saat ini kita memang suka melihat sesuatu cuma hasil akhirnya. tidak terkecuali saya :( dari segi finansial misalnya, waktu lihat pengusaha "wahh, enak yah omsetnya besar" padahal kita tidak tahu bagaimana proses panjang yg di jalani pengusaha itu mencapai puncak, suka dukanya sampai bisa mencapai tujuannya. kadang proses merupakan pelajaran hidup terbaik. proses sekecil apapun itu :) godeny recently posted..Tanpa Batas
Ditter
"Budaya instan" gitu memang sedang massif di Indonesia ini.... Nggak cuma anak muda, orang-orang yg sudah dewasa atau tua pun banyak yg demikian. Berbeda dgn beberapa tahun lalu, irama hidup kini semakin cepat, khususnya di kota-kota besar. Dan kondisi itu pun kian memaksa seseorang utk menerapkan "budaya instan".... Salam :-) Ditter recently posted..Menulis, Mendengarkan Hati
naluri5endu
postingan yg bagus.. SEMANGAT M0TIVASI makasi tlah mampir diblog saya yg sederhana.. -SALAM INDAHNYA PERSAHABATAN-
monda
proses itu sebetulnya yang lebih mengasyikkan, karena bisa menempa diri jadi lebih kuat, sabar monda recently posted..Weekly Photo Challenge : Flowers
Mbah Jiwo
menikmati sebuah proses, yup itu kunci kita bertahan dalam perjalanan menuju kesuksesan...
niee
Setuju banget bair.. aku termasuk kekategori orang yg mudah mendapatkan pendidikan dan utk lulus.. karena itu sampai skrg aku masih gak terlalu bisa menghargai status sarjana aku.. Tapi ada satu hal yg tuhan ngasih jalan susah banget utk aku dapatkan.. dan sebelum dapet aku juga udah berfikir.. kalau satu ini aku dapat pasti aku akan lebih menghargainya drpd kuliah atau kerjaan aku skrg yg aku dptkan dg mudah ;)
haris
sebenarnya, tiap orang pasti akan bertemu dg prosesnya sendiri. ada yg singkat, ada yg lama. termasuk anak2 muda jaman sekarang. mereka juga menjalani proses, saya percaya itu :) haris recently posted..Ramadhan di Jakarta
Majalah Masjid Kita
setuju mas.. saya pikir juga seperti itu.. dengan mencintai proses dan tidak lagi berorientasi pada hasil.. korupsi bisa terkikis perlahan :( Majalah Masjid Kita recently posted..Selamat Idul Fitri 1432H 2011
Danu Akbar
HIdup dengan tujuan dan ada proses yang melatarbelakanginya akan lebih baik menurut saya. Cepat atau lambat, kita akan merasakan hasil yang jauh lebih baik dari hal yang instan :) Danu Akbar recently posted..Public Socialization: Bakti Sosial dan Buka Bersama @TPA LLG
nh18
Saya ini juga penikmat proses ... Rasanya memang kurang maknyus kalo hasilnya instant ... tetapi saya juga bukan penikmat proses yang berlarut-larut ... saya suka proses yang ... mengalir indah ... (adoh ... yok opo iki wujute) Salam saya SiBair nh18 recently posted..“NYANGSANG”
Kurnia Septa
inginnya instan Kurnia Septa recently posted..Mudahnya Menggali Ide Menulis dari Sebuah Photo
zulhaq
gw sedang menjalani proses juga. proses menemukan jodoh hahahahahaha.... nanti kan ketika dapet, gw akan sangat menikmati dan awet. karena melewati proses panjang #halah
Sawali Tuhusetya
bisa jadi karena imbas teknologi, mas sibair. selamat idul fitri, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin. Sawali Tuhusetya recently posted..Semangat Menuju Hakikat “Kesucian”
iimaimee
yah awalmula gak menghargai proses itu mengeluh.. Tapi alhamdulilah saya sangat menghargai proses (kadang-kadang)
Legy Masyhury
keren! sangat inspiratif... Btw, Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin ya.. :D Legy Masyhury recently posted..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
kaget
Kalau ditanya, proses itu butuh waktu. Kita sendiri belajar berjalan memiliki rentang berbeda, bergantung orangtua dan asupan gizi. Seperti itu pula di negara kita, siapa yang kita 'asup'? kaget recently posted..Mudik Lebaran, Untuk Apa?
DV
Selamat lebaran dulu, Mas Bair... Saya banyak salah, mohon maafkan jika banyak salah2 kata baik di commenting maupun di tweetland :) Saya kadang ngga bisa berhenti untuk nyinyir :) DV recently posted..Negara yang paling maju
Imelda
yup semuanya ada proses, sedangkan si pencipat segala yg instant (baca Jepang) mempelajarinya dengan bertahap dan cuku lama. Salahnya kita mau enaknya saja sih. Satu lagi yang butuh proses, yaitu menerima uang. Kalau orang Indonesia kalau bisa menerima uang tanpa kerja.... yang akan ditolak oleh orang Jepang. Tanpa memberikan barang/jasa, org Jepang tidak akan menerima uang kita. Contohnya, setiap saya minta angin untuk ban sepeda, mereka tidak mau menerima uang sepeserpun. Betulkan sekrup? juga tidak mau. Karena mereka mau kita datang lagi untuk membeli/memperbaiki yang lebih besar. Oh ya, selamat Idulfitri ya...mohon maaf lahir batin EM Imelda recently posted..Dari Mata Turun ke….
Alris
Sesuatu yang didapat secara instan nikmatnya gak bertahan lama. Cepet dapat pasti cepet juga ilangnya. Menikmati proses punya kepuasan tersendiri. Alris recently posted..Terdamparku Disini
Zippy
Hidup itu emang sebuah proses, tapi sangat2 komplikasi :D Gak semudah yang dibayangkan mas :D Penuh perjuangan untuk melaluinya. #eaaaa :D Zippy recently posted..Cara UNREG SMS Premium 9933 atau 9899
julie
kalau menurut saya sih masih banyak anak muda yang mau melalui proses julie recently posted..Membersihkan Rumah
@helgaindra
emang sih jaman sekarang saya juga ngerasaain enaknya suatu yang praktis dan instan jadi asal makae aja tanpa mikirin bagaimana proses terciptanya hmmmm @helgaindra recently posted..Selangor, I’m Coming!
farizalfa
Aku suka proses. Keberhasilan seseorang ditentukan oleh proses
iPul dg.Gassing
kesalahan terbesar dari orang tua biasanya adalah menuntut hasil, bukan proses. hal ini kadangkala membuat anak2 hanya fokus pada hasil dan tidak terlalu peduli pada proses, akibatnya ketika hasil yg didapat tidak sesuai harapan dia jadi jatuh dan kehilangan semangat.. IMHO sih.. btw, selamat lebaran mass..:) iPul dg.Gassing recently posted..Cerita Tentang Provider
jarwadi
termasuk saya, ogah membayar keinginan dengan proses, padahal tiap langkah dari proses harus dilalui dan tidak bisa di-skip :( jarwadi recently posted..Air Terjun Sri Gethuk
maztrie™
Aku wis bolak-balik berproses jee... Isih setia nunggu metamorfosa jugaa.... semoga lekas sembuh datanggg... amiennn.. :) maztrie™ recently posted..Riyaya, dalemé Pak Polisi tutupan régol
wiwikwae
bair sudah mulai dewasa nih... wiwikwae recently posted..Babat Gongso, Semarang, dan Kenangan
@zizydmk
Kalau saya sangat menikmati yang namanya proses. Walaupun kalau terlalu lama ya butek juga ya ... :) Gimanapun juga proses itu adalah bagian dari pendewasaan diri dan menambah ilmu. @zizydmk recently posted..Sekilas Mudik + Fun Shopping
riez
Sebelumnya terimakasih sudah mampir ke gubuk maya saya sob...ow iya mohon maaf lahir batin juga ya. tulisan yang bagus sob...saya tidak pungkiri sebagai anak muda jaman sekarang saya juga suka yg instan2...tapi kalo saya pikir2 sesuatu yg instan pasti ada efek sampingnya riez recently posted..Bukan Puisi tapi Rekapan Rasa
aydachubby
kalo kita bisa memahami n menghargai stiap proses yg sudah dilewati, proses itu akan mendewasakan setiap perjalanan kita ^^
isnuansa
Proses yang benar akan menghasilkan hasil yang baik pula [semestinya]. Kalo yang instan, biasanya gampang pula rusaknya. Soal jodoh, saya sudah melewati prosesnya. Sekarang, proses selanjutnya: memeliharanya. :D isnuansa recently posted..Nyobain Pancious Pancake di Senayan City
gajah_pesing
proses kesempurnaan hidup sangat susah, namun memperbaiki hidup sedang di upayakan gajah_pesing recently posted..Tukang Ojek Berkelas

Leave Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge