Awalnya ketika pertama kali melihat Rusell Crow dalam film “Beautiful Mind” saya langsung terkagum-kagum dengan aktingnya. Alur cerita pada film itu juga sangat menarik. Rusel Crow bertemu kembali dengan Ron Howard dalam film Cinderella Man adalah kombinasi yang luar biasa. Cinderella Man adalah film tahun 2005 yang mendapat 3 piala oscar ditahun 2006 serta rentetan penghargaan laiinya.

Cinderella Man berkisah tentang James J. Braddock (Rusell Crow) , rising star di ring tinju kelas heavyweight selama akhir tahun 1920 dengan julukan “The Bulldog dari Bergen”. Popularitasnya terus menanjak hingga terhenti pada saat The Wall Street Crash of 1929 (October 1929). Atau yang lebih dikenal dengan Great Crash. Great Crash adalah kejadian dimana saham Amerika Serikat mengalami kehancuran dan yang paling terpuruk sepanjang sejarah.

Serta jadi awal mula Great Depresion selama 10 tahun. Setelah kehilangan kekayaan pribadi serta mengalami retak tangan kanan saat pertandingan. Braddock berjuang hidup untuk mencukupi kebutuhan istrinya Mae Braddock (Renee Zellweger) serta ke-3 anaknya yang masih kecil. Kemiskinan membawa mereka dari sebuah rumah perkotaan ke sebuah apartemen kecil di New Jersey.

Gambaran kemiskinan pada keluarga Braddock semakin berat karna sudah hampir 4 bulan tidak bisa membayar listrik dan pemanas ruangan. Keuangan mereka terus terpuruk. Braddock terpaksa mencari pekerjaan harian di dermaga. Suatu hari ia tidak mendapatkan pekerjaan di dermaga, lalu ia  pergi ke Mount vernont untuk melakukan pertandingan. Dibantu oleh Manager Jou Gould (Paul Giamatti), Braddock bertanding dengan  perut kosong, keadaan itu sangat tidak menguntungkan. Penonton kecewa melihat pertandingan Braddock. Pertandingan terpaksa dihentikan wasit karna dinilai sudah tidak menarik. Ijin bertandingnya pun dicabut oleh promotor Jimmy Johnston (Bruce McGill).

Banyak moment yang berkesan dalam film ini, salah satunya adalah saat Jay Braddock: (Connor Price) , anak tertua. Ia mencuri sosis dari toko daging lalu tertangkap. Kemudian dalam sebuah adegan khas penuh kebijaksanaan, kelembutan Braddock. Jay tidak mendapatkan hukuman. Ia diajak bicara secara lembut, karna ayahnya tau secara naluri mengapa anaknya mencuri sosis yang sebenarnya mempunyai tujuan mulia.

Branddock berjanji akan terus membesarkan anak-anak mereka tanpa perlu menitipkan ke orang lain. Saat keluarganya sudah sangat terpuruk dan tidak bisa membayar biaya listrik dan pemanas, anak-anak Braddock pun mulai sakit-sakitan. Sehingga Mae terpaksa menitipkan anak-anaknya ke rumah sang kakak. Saat Braddock tau, ia marah. Lalu mencari cara untuk membawa anak-anaknya kembai, ia harus meminjam uang ke posko darurat serta mengemis meminta bantuan ke kantor promotornya. Ini adalah moment paling menyayat hati.

Berkat pembatalan menit-menit terakhir oleh petinju lain, manajer Braddock lama dan sekaligus teman, Joe Gould, menawarkan dia kesempatan untuk bertanding hanya satu malam untuk mendapat banyak uang. Pertarungan comeback pertama adalah melawan pesaing-nomor dua di dunia, Corn Griffin. Braddock di prediksi akan kalah KO pada ronde ke 3. Joe Gould percaya bahwa selama Braddock bekerja di pelabuhan dengan tangan kanan yang patah, membuat tangan kirinya lebih terlatih. Braddock mengambil tawaran kembali ke ring.

Tanpa di duga Braddock menari diatas ring dan memukul KO Corn Griffin. Braddock kembali berlatih dan berlaga dengan terus mengalahkan lawan-lawan tangguh. Serangkaian pertandingan berkelas melawan John Henry Lewis dan Seni Lasky menyebabkan ia dijuluki “Cinderella Man”. Hingga tiba tanggal 13 Juni 1935 Braddock bertanding melawan juara dunia kelas berat Max Baer(Craig Bierko). Walaupun diprediksi akan kalah telak karna rekor Max Baer yang pernah membunuh 2 petinju diatas ring, akhirnya Braddock mengalahkan Baer yang tampak tak terkalahkan dan menjadi juara kelas berat.

Film yang bergenre biografi, drama, dan romance ini selain menampilkan efek olahraga tinju yang menurut saya lebih bagus dari film “Rocky” juga menampilkan drama yang menyahat hati. Akting Rusell Crow dan Renee Zellweger juga perlu diacungi jempol. Peran pembantu oleh Paul Giamatti pun sangat luar biasa. Paul Giamatti mendapatkan penghargaan oscar sebagai Best Performance by an Actor in a Supporting Role.

Alur cerita yang mengharukan di tuntaskan dengan klimaks diakhir cerita. Film ini mempunyai dialog-dialog cerdas. Walaupun film lama tapi Cinderella Man ini film yang wajib anda tonton khususnya pecinta film drama.

Review Film Cinderella Man ini adalah review film yang pertama, iseng saja membuat tulisan ini setelah melihat filmnya. Yah walaupun tidak jago membuat review film tapi lumayan juga agar blog ini tidak penuh dengan sarang laba-laba..

Incoming search terms:
  • resensi film cinderella man
  • akhir cerita film satu jam saja akhir
  • film cinderella man
  • resensi film cinderella
  • kisah james j braddock