Tiap orang selalu punya kebiasaan ketika bangun di pagi hari, saya sendiri ketika bangun pagi mempunyai kebiasaan untuk meneguk teh hangat buatan nenek saya. Setelah itu cuci muka, beribadah, lalu melakukan sedikit olahraga ringan untuk merenggangkan otot-otot saya yang istirahat kurang lebih hanya 5-6 jam sehari. Agar otot-otot anda kuat dalam menjalani urusan seharian penuh. Maka berolahragalah sebentar di pagi hari. Lalu baru bersantai dengan menonton berita di televisi.

Kebanyakan berita pagi tak lepas dari yang namanya bencana dan kreativitas tentang politisi super kreatif. Selalu ada saja tingkah pola meraka yang membuat pemberitaan miring terhadap mereka. Mereka terlalu njelehi dan kian berani membuka diri bahwa mereka adalah makluk dengan tingkat kepekaan yang nyaris 0.

Saya kira sudah banyak yang tau tentang berita miring tentang para wakil rakyat yang dengan konyolnya melucu tanpa berniat melucu. Tingkah pola mereka kadang tak bisa kita prediksi dengan kekonyolan yang mereka buat mulai Email komisi8 atau pernyataan Ibas dengan menyatakan bahwa dirinya “Indonesia’s First Son” putra pertama Indonesi/ Anak yang pertama lahir di Indonesia? ya walaupun maksutnya anak dari orang nomer 1 di Indonesia saat ini. Tapi, tetap saja terdengar konyol Hehe

kreativitas nyungsep

Foto by ndableg.com

Nah, baru-baru ini yang membuat linimasa dan beberapa portal media online gempar adalah kiriman peti mati yang dikirim ke perusahaan media, jasa komunikasi, dan para penggiat media sosial. Perbuatan politisi dan  para wakil rakyat? heh! bukan. Sebelumnya apa yang terfikir oleh anda ketika tidak ada sanak saudara yang meninggal tiba-tiba di rumah anda sudah ada peti mati? Kaget? Pasti! atau langsung menangis di depan rumah sambil gelesotan di lantai? Sudah jangan terlalu mendramatisir.

Banyak respon terlontar mengenai kegemparan adanya kiriman peti mati ke beberapa tujuan yang sudah di tentukan. Sudah pasti dengan banyaknya lontaran pertanyaan mengapa bisa ada kiriman peti mati yang di kirim secara bersamaan? Hampir sama dengan motif bom buku yang sempat bikin geger beberapa waktu lalu. Kegiatan teroriskah?!

 

Setelah beberapa lama berita ini gempar di twitter, berita melalui portal besar seperti Detik dan Tempo pun keluar. Ternyata kiriman peti mati ini adalah salah satu kampanye dalam penjualan sebuah buku Rest in Peace Advertising Killed by Word Mouth Agency. Sumardy Ma, CEO perusahaan Buzz & Co yang mempunyai ide dalam melakukan viral marketing yang cukup membuat gempar ini. Beberapa orang di twitter memberi sanjungan terhadap ide “briliant” yang bisa begitu meledak dalam beberapa saat. Ada pula yang geram karena merasa kampanye ini tidak memakai perasaan dan lebih cenderung mengejar sensasi untuk mendapat perhatian public.

Antara kreativitas gila-gilaan dan ngawur semestinya berbeda Tanpa pertimbangan matang, maka batas kreativitas gila-gilaan dan ngawur menjadi kabur. Ketika hiruk pikuk media sosial menjadi sihir yang menggoda, maka ada saja yang kurang bijak dalam memanfaatkannya karena mementingkan penjaringan perhatian dari khalayak dalam tempo sesingkat mungkin, apapun eksesnya. begitu sedikit kutipan dari blog paman tyo terhadap masalah ini.

Sedangkan menurut opini pitra yang di tulis di blog media-ide dengan judul “Mengirim peti mati demi BuzzAdalah sesuatu yang konyol saat membuat sebuah kampanye marketing yang berhubungan dengan keresahan masyarakat. Efek buzz-nya memang tinggi, tersebar dengan sangat cepat. Namun resikonya juga tinggi, karena besar kemungkinannya berbalik menyerang diri sendiri.

Bukan berarti kampanye yang di lakukan sumardy ini adalah kampanye konyol yang asal-asalan tapi adalah sesuatu kreativitas nyungsep atau kebablasan. Berbicara kematian pasti membuat orang jadi resah sembari menuggu berita duka yang akan di terima ternyata sebuah kampanye untuk memasarkan buku. yah tapi sudahlah kita tunggu seperti apa penjelasan pak sumar yang hingga sekarang belum update twitnya.

Saya sudah menyampaikan beberapa ekspresi lucu di antara sekian banyak kreatifitas di yang bisa kita temukan di tanah yang subur makmur nan ajaib ini. Dan, anda tau bahwa mereka sangat lucu justru karena mereka tidak bermaksut melucu.