Saya terharu jika tiba-tiba ada sebuah tweet yang menyatakan ingin mampir untuk menyambangi blog saya. Selain terharu saya juga malu karna sudah tidak pernah menjamah blog yang saya buat pada Januari taun lalu dengan semangat menggebu. Sekarang yang tersisa hanya semangat mengupdate sesempatnya dan sekiranya ada mood yang mau datang. Hehe

 Hal itu-itu saja

Saya mau bercerita sedikit tentang beberapa hal yang itu-itu saja. Beberapa hari ini tepatnya sudah seminggu pas, tidak kurang tidak lebih. Saya selalu melakukan hal-hal yang itu-itu saja. Membosankan tapi membuat betah berlama-lama di comfort zone.

Kegiatannya begini : bangun tidur pukul 5 kakek selalu siap menggedor pintu kamar yang sengaja saya kunci. Niatnya karna saya ingin tidur berlama-lama karna ketika malam menjelang pagi, saya masih terjaga untuk sekadar melakukan hal remeh temeh. Tidak kehabisan akal, kakek saya pindah menggedor jendela saya untuk terus mengingatkan kewajiban ketika subuh. Dan saya memahami itu.

Setelah itu saya keluar kamar  menonton berita di televisi dan menyesap teh sembari menikmati roti yang selalu disediakan oleh nenek saya. Lalu kegiatan saya selanjutnya berangkat ke kantor pada pukul 07.00 dan selesai pada pukul 15.00. Lalu pulang dan merebahkan diri sejenak. Setelah itu melakukan hal remeh temeh hingga menjelang pagi. Hal-hal itu saya lakukan hampir 1 minggu lebih.

Anda tau repetisi adalah metode yang terbukti bisa membuat otak anda menyimpan hal remeh temeh yang itu-itu saja. Jika positif dan anda terus memeliharanya maka anda sangat beruntung. Jika repetisi itu terus mengisi otak anda dengan hal-hal negatif. Maka anda sangat tidak beruntung. Sangat tidak beruntung..

Anda akan semakin putus asa dengan repitisi negatif seperti itu. Celakanya televisi menyediakan repetisi dengan hal-hal negatif yang terus berulang-ulang dan hal yang itu-itu saja. Berita-berita pagi kadang bisa segera merubah mood baik dipagi hari menjadi sangat buruk dan tidak lupa menyisipkan keputusasaan terhadap orang-orang yang kita percaya bekerja untuk negri ini.

“Keindahan adalah devariasai dari kebenaran; sesuatu yang benar pastilah indah, sesuatu yang indah belum tentu benar.” Saya kurang lebih setuju dengan kata-kata Thomas Aquinas yang saya pinjam dengan semena-mena ini. Salah satu repetisi negatif yang membuat anda putus asa adalah orang-orang bebal.

Renovasi ruang banggar menghabiskan dana 20M. Agar tampak indah dan nyaman digunakan pada saat rapat. wajar saja membuat segalanya serba nyaman. Lumrah? tunggu dulu. Yang indah belum tentu benar. Mengatakan lumrah dengan enteng tidak bisa semaunya saja. Dana fantastis itu adalah bukti kebebalan orang-orang yang tiap hari memberi pengaruh buruk pada otak anda. Setelah banyak pemberitaan dimana-mana, berita terbaru renovasi dengan dana 20M dikurangi jadi 15M hore hanya berkurang sedikit.

Selain berita orang-orang bebal dengan otak yang nyaris tidak terlihat itu. Berita lain yang cukup membuat anda semakin putus asa dengan hal-hal dan pemberitaan yang itu-itu saja adalah tawuran pada saat sepak bola. Sepak bola sudah menjadi olahraga kegemaraan seluruh negri ini. Seharusnya dalam olahraga semua menjunjung tinggi sportifitas. Mengenai berita tawuran  suporter di Mesir yang menewaskan 73 orang. Itu lain cerita. Fanatik terhadap segala sesuatu terkadang menjadi sangat buruk ketika tidak diimbangi dengan pikiran yang terbuka. Yang terus berulang adalah sepak bola kita tidak punya prestasi lagi.

Dari berita-berita televisi yang pagi tadi saya lihat rasanya hal-hal yang sama terjadi berulang-ulang tanpa ada habisnya. Otak kita diserang dengan berbagai berita yang nyaris tak memberikan kebahagiaan. Maka saran saya, matikan televisi anda atau pindah ke channel yang menyediakan hal-hal positif seperti ceramah agama atau film kartun yang menghibur. Berhenti melakukan hal-hal yang itu-itu saja. Cobalah mencari hal baru yang tidak membuat anda merasa menjadi orang yang bebal. Hari ini saya sudah memulai sesuatu yang baru. Update blog, misalnya.

Foto diambil semena-mena dari corbis

Incoming search terms:
  • gambar orang bertanya