Sebenarnya masalah plagiat atau pembajakan di Indonesia ini sudah menjadi suatu masalah basi untuk kita angkat menjadi sebuat topik atau sebuah artikel untuk di posting, Saya sendiri sudah sangat sering mendengar hasil karya orang lain di ambil tanpa di beri embel-embel siapa penulis atau pencipta sebuah karya tersebut saat di publish di tempat lain. Sungguh tergelitik memang mendengar berita lama ini ingin saya angkat menjadi artikel ringan di sebuah catatan mini saya.

Banyak juga yang mempermasalakan copycat ini,contoh yang baru-baru ini adalah dari Fontana Residence karena melakukan aksi maling foto. Saya membaca ulasannya di blog Media Ide milik mas pitra “Fontana Residence yang Takut akan Protes Netizen”

Nah yang akan saya bahas adalah masalah teman saya pada hari senin lalu *kalau tidak salah ingat* ada teman yang sedikit geram karena beberapa hasil karya ciptaannya di ambil tanpa diberi embel-embel siapa penciptanya. Beberapa teman saya ini adalah orang-orang yang gemar memintal sebuah kata-kata sederhana *menurut saya* menjadi sebuah kalimat romantis yang sangat nyaman untuk dibaca.Tepatnya di sebuah sosial media yang sedang sangat digandrungi anak muda jaman sekarang. Twitter menjadi tempat bercicicuit, bermain dan memintal kata-kata biasa menjadi sebuat kaliamat yang menarik orang untuk selalu mengikuti apa saja yang meraka tulis di sebuah Timeline.

Nah, kalimat-kalimat teman saya ini di ambil tanpa ijin untuk sekedar di tempel di timeline,Terkesan bahwa orang yang mengambil mempunyai kemampuan untuk memintal sebuat kalimat yang indah juga sehingga banyak para follower yang kagum untuk mengikuti timeline orang ini.

Sebenarnya sudah banyak kasus-kasus seperti ini di dunia internet yang sangat luas dan susah dilacak kemana hasil karya yang pernah kita tulis berpindah dari sebuah website ke website lain.Tapi siapa juga yang tidak geram melihat hasil karya kita diambil tanpa ijin begitu saja? Saya sendiri jika karya saya diambil juga pasti geram,ya toh ? tapi saya punya karya apa ? wong saya gak pernah membuat sebuat tulisan atau kalimat-kalimat yang apik untuk dibaca, tapi sangat gak fair dong jika meraka mengambil begitu saja ?

Banyak teman-teman meraka yang memberi penjelasan pada teman saya ini agar tidak terlalu mempermasalahkan, mereka memberi penjelasan-penjelasan tentang permasalahan copycat ini. Sempat saya baca juga kata-kta seperti ini “Sudah janga di permasalahkan, gak perlu di tuntut klo Cuma karya kita di ambil..asal dia tidak mendapat uang dari hasil karya kita toh ? klo dia mendapat uang dari hasil karya kita baru kita tuntut.”

Menarik bukan ? kira-kira bagaimana kalian semua menyikapi jika hasil karya kalian di copycat orang lain ?

Saya mendapat pencerahan setelah membaca buku bapak beni setia seorang penulis kumpuln cerpen festival seni Surabaya 2010 beliau berkata seperti ini…

-Inna lilahi wa inna lilahi rojiun-,bukankah yang berasal dari Tuhan itu harus kembali lagi kepada Tuhan ?

Bukankah yang di anugrahkan sebagai ilham,imajinasi serta fantasi,dan kepekaan empatik yang dipakai untuk membagun dramatika itu semua dari ALLAH SWT, karenanya diri hanya yang di jadikan alat untuk menghadirkannya dan (sama sekali) tidak punya hak untuk mengklain semua itu? Jadi biarkan yang tidak bisa hadir melalui saya hadir lagi melalui orang lain. Sekaligus tahu, kalu yang telah dihadirkan lewat saya itu dan terterimakan sebagai bacaan iseng di hari minggu oleh banyak orang itu adalah hak milik semua orang (pada ahkirnya) representasi dari Yang Utama yang menyebabkan semua itu ada.Jadi apa saya bisa ?

CERITA SINGKAT DAN TAFSIR POLITIK kumpulan cerpen beni setia FSS 2010

Moggo di artikan sendiri kata-kata pak beni setia di atas apakah kita bisa mendapat pencerahan dari kata-kata di atas ?

Kalau menurut penafsiran suka-suka dari saya, seorang beni setia ini sadar betul bawasannya segala sesuatu yang dia miliki adalah karunia dari ALLAH SWT, segala kemampuan membuat cerpen yang menarik, imajinasi dan fantasi untuk memintal sebuah kata adalah anugrah yang diberikan kita, dengan segala kerendahan hati beliau sadar bahwa diri kita ini sebenarnya hanya sebagai alat untuk menyampaikan semua apa yang kita bisa kita berikan keada sesama, jika tidak melalui kita mungkin karya yang kita punya bisa tersampaikan oleh orang lain dengan cara yang lebih baik,ya apa salahnya .. toh belum tentu juga yang menyampaikan mempunyai bakat seperti apa yang telah ALLAH SWT berikan ke kita ?

Jadi teruntuk teman saya Karizunique silahkan lanjutkan berkarya untuk memintal sebuah kalimat tanpa perlu memperdulikan orang yang mengambil hasil karya kita, segala sesuatu yang kita kerjakan tidak akan pernah sia-sia..Suatu saat jika orang telah mengenal karya kita melalui orang lain, pasti nanti mereka juga tau siapa pencipta karya yang sesungguhnya.. ya toh ?