Ketika saya bertanya kepada teman saya yang sedang merasakan kegundahan. Sebut saja sedang galau. Saya percaya ketika anda sedang dalam keadaan tidak tenang dan merasakan kebingungan atas apa yang anda bingungkan. Maka indra perasa mengenai bagaimana harus menyikapi kehidupan akan semakin tajam. Maksut saya, seseorang yang sedang dalam keadaan galau itu akan bisa berbicara sangat bijaksana. Lalu saya mencoba melontarkan sebuah pertanyaan seperti ini :

“Kebahagiaan itu apa?” saya harap dia menjawab sesingkat mungkin.

“Kebahagiaan itu kita tidak sendiri”.

“Maksutmu, kebahagiaan itu kata lain berbagi. Atau kebahagiaan itu ketika kita memiliki pasangan?”

“Berbagi itu bagian dari kebahagiaan, egois juga bagiaan dari kebahagiaan. Pasangan hidup itu melengkapi, bukan berarti kita tidak bahagia walaupun belum ada pasangan hidup.”

“Lalu maksutnya kebahagiaan tidak sendiri itu apa? Apa kebahagiaan itu berbagi dengan pasangan?”

“Kita perlu orang lain untuk bahagia. Orang lain membuat kita sedih. Tapi, kita tidak akan tau arti bahagia jika kita tidak pernah sedih kan? Orang lain bersikap egois. Tapi, itu juga bisa menunjukkan kepada kita ada saatnya harus berbagi. Hidup kita sempurna karena orang lain melengkapi apa yang kita tidak punya.”

Obrolan ini benar-benar mengispirasi saya. Anggap saja ketika anda jenuh dengan berbagai macam pekerjaan yang meluputi kegiatan anda sehari-hari anda butuh suatu escape. Berbicara pada seseorang mengenai bagaimana menyikapi sebuah kehidupan adalah suatu escape yang cocok. Anda bisa bertanya kepada orang tersebut bagaimana mereka menyikapi sebuah keadaan.

Bagi saya sendiri. Sebuah kebahagiaan adalah melihat orang sekitar tersenyum dengan senyuman terbaik mereka ketika sedang melakukan segala sesuatu. Kebahagiaan itu indah saat dibagi. Bagaimana versi bahagia menurut anda?